Memaknai Allah dalam kehidupan.....

Assalamulaikum wr.. wb....

Memaknai Allah dalam kehidupan.....
Ditulis oleh Eko Wardoyo

Seringkali kita bertanya tanya tentang Allah SWT.... dan kita langsung berpikir
menuju yang satu yaitu sang Maha Tunggal (wujud)... sehingga kitapun kadang
kadang dalam kehidupan memaknaiNYA cenderung mengarah untuk hal sifatnya
beribadah dan berdoa ... sedemikian para sufipun memaknaiNYA tidak berbeda jauh
bahwa beribadah seperti menuju satu titik Sang Maha Tunggal... akhirnya makna
Allah hanya lahir dalam hal hal yang sifatnya keagamaan saja, bahkan dalam
berbagai pengajian atau kegitan keagamaanpun berdampak bahwa islam hanya
seputar pembahasan Al quran dan hadist saja...sedangkan penjabaranya dalam
kehidupan seperti terabaikan.... akhirnya keadaan islam saat ini kurang bisa
menjawab tantangan jaman sedemikian islam yang telah lahir sempurna terlihat
sempit sekali, tidak terkesan keuniversalan dan keindahanya....

Akankah kita yang sadar membiarkanya... tentunya tidak... kembali kita dalam
memaknai Allah dalam kehidupan.... Dimanakah Allah kita tempatkan dalam
pandangan hidup sedemikian kita bisa khusuk dalam sholat dan sepanjang hari
dapat merasakan kehadiranNYA (laelatul Qodar: bisa merasakan tanda tanda
kebesaraNYA) hingga akhirnya kita merasakan betapa indahnya islam...

Allah bukan hanya berada dalam Maha Tunggalnya saja tetapi Ia ada dimana mana..
Allah adalah tempat kita mengadu, tempat kita meminta bahkan merengek rengek,
merupakan tempat terbaik untuk mencurahkan hati ini (curhat),tempat terbaik
untuk memberikan pengorbanan dan pemberian, Allah ada dalam nilai nilai
Kebenaran, keadilan,dan kedamaian, jadi berikanlah dan berkorbanlah disitu...
tempat dan sumber segala permasalahan terpecahkan, merupakan sumber segala ilmu
pengetahuan -jadi kajilah ilmu untuk kemaslahan umat ...., Kuasanya ada dalam
hubungan antar mahluk dan ciptaanNYA, Allah berada dalam tiap tiap titian
waktu- jadi pelajarilah untuk dapat rizki & jodoh dengan memikirkan segala
kemungkinan bukan hanya meletakan dasar kepada kekuasaan dlm Ketunggalanya ,
Allah ada dalam tiap tiap benda ciptaanNYA bahkan dalam aliran darah kita....
Allah melihat kita, menilai kita dll....

Allah bukan hanya dalam Ketunggalanya sedemikian kita meminta dan berusaha
tidak melihat Allah dalam Kuasanya yang tak terhitung banyaknya diantara jagad
raya ini... sedemikian kita berusaha dan memintapun masih terbesit sesuatu yang
ajaib (ghoib/suratan takdir yang kalo dipikirkan tidak bisa diterima akal
pikiran) terjadi antara Allah sang MahaTunggal dengan diri kita.... Atau ketika
kita meletakan Sholat sebagai tiang agama sedemikian menurut pemahaman kita
membedakan kita dengan umat lainya adalah merupakan pilihan terbaik untuk
mencurahkan semua itu, tetapi bukan berarti kita melupakan bahwa setiap hal
dimuka bumi ini bisa diarahkan menuju kepada Allah SWT ...Ingat sekali lagi
bukan hanya dengan cara sholat kita berhubungan denganNYA, melainkan pada semua
hal tetapi harus berdasarkan nilai nilai yang dicintaiNYA (Islam)....
Sesungguhnya dimanakah Allah kita tempatkan...???....

Beribadahlah seperti menyebarkan pandangan kesegala arah dan bentuk kehidupan,
bukan seperti menuju satu titik niscaya kita akan merasakan betapa indahnya
islam !!!
....Insya Allah kita akan kusyuk dalam segala hal dan berlaelatul Qodar
sepanjang waktu selama hayat dikandung badan......

Wassalam wr.. wb....

hidup hari ini

Kita tidak sedang hidup di masa lalu, oleh karena itu maafkanlah segala kesalahan yang telah terjadi di masa lalu. Kita juga sedang tidak hidup di masa depan, oleh karena itu lepaskanlah segala kekhawatiran yang kita pikirkan tentang masa depan.
Dan kita semua tahu, juga semua orang di seluruh dunia ini pun tahu, bahwa kita sedang hidup di hari ini.
Tanggal berapa sekarang?
Ya, kita sedang hidup di tanggal ini, bulan ini, dan hari ini.
Bukankah ini suatu kenyataan? Kita pun tahu dan menyadari bahwa ini kenyataan. Lalu mengapa kita sering sekali lupa akan hal ini?
***
Namun kekecewaan kita tentang masa lalu kita, atau pun ketakutan kita akan masa depan kita, adalah hal yang biasa yang mungkin terjadi pada diri seseorang.
Di bawah ini ada 3 cara yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan agar pikiran kita bisa fokus kepada hidup kita di hari ini. sehingga hidup kita pun akan lebih terasa indah dan bermakna :
1.       SYUKUR
Dengan bersyukur kita akan melepaskan segala hal yang belum kita dapatkan dan akan menguatkan perasaan akan segala hal yang telah kita dapatkan. Hidup akan terasa indah, bila kita akhirnya menyadari bahwa ternyata selama ini kita telah memiliki segala hal yang baik, namun kita sering lupa karena enggan bersyukur.
Oleh karena itu, syukurilah atas segala hal yang kita miliki tepat di saat kita mendapatkannya. Ucapkanlah kata syukur dengan penuh kekhusyukan di dalam hati sebanyak tiga kali (mis : alhamdulillah atau terimakasih ya Alloh. 3X)
Agar otak kita lebih ingat akan kebiasaan bersyukur ini, berikut ada cara yang sangat membantu sekali : Sesaat setelah kita bangun tidur di pagi hari, lakukanlah meditasi selama 20 menit, atau bacalah al-matsurat persis sesaat setelah kita bangun tidur. Setelah bersih-bersih dan sholat subuh tentunya. Dan jangan melakukan aktivitas apa pun sebelum kita melakukan ritual tersebut. Seburu-buru apa pun keperluan kita di hari itu, sesibuk apa pun diri kita di hari itu.
Niscaya Insya Alloh, perasaan tenang dan syukur itu akan kita bawa sampai malam hari nanti.
2.       MEMBERI
Kita Cuma di beri waktu 24 jam dalam satu hari. bila dipotong tidur 8 jam, berarti kita hanya mempunyai waktu 16 jam. Bila dipotong hiburan,menonton TV, dan istirahat 5 jam, maka kita hanya tinggal memiliki waktu 11 jam. Bila dipotong bekerja dan berbisnis 8 jam, kita hanya mempunyai waktu sisa sebanyak 4 jam. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu yang sedikit itu untuk MEMBERI.
Apa pun yang mungkin kita bisa berikan kepada orang lain, berikanlah. Walau pun itu hanya sebatas memberikan sedikit ilmu yang kita miliki. Belilah sebungkus nasi, kemudian keluarlah mencari orang yang sedang kelaparan (mis : gelandangan), lalu berikanlah kepadanya. Pergilah ke kios pulsa, kemudian kirimilah sejumlah pulsa sedikit atau pun banyak kepada nomor teman yang ada di hape kita.
Dengan melakukan aktivitas memberi, kita akan menghentikan segala pikiran tentang segala hal yang ingin namun belum kita dapatkan. Kita akan berfokus kepada hari ini dan segala amal baik yang belum kita lakukan.
Bukankah hal ini sangat menyenangkan? :)
3.       BERMIMPI
“Kesuksesan berawal dari mimpi.” Mungkin adalah kata-kata yang menggairahkan bagi siapa saja yang ingin menghidupkan hidup yang dimilikinya. Mimpi menjadikan hidup kita lebih terarah, mimpi menjadi hidup kita menjadi bersemangat, dan yang paling penting adalah mimpi menjadikan hidup kita lebih bermakna.
Lalu mengapa mimpi/impian dimasukkan ke dalam tiga cara efektif untuk hidup di hari ini. bukankah dengan bermimpi, kita jadi lebih cenderung memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Bukankah dengan bermimpi kita jadi selalu mengharapkan sesuatu yang tidak ada pada kita. bukankah dengan bermimpi kita malahan jadi tidak hidup di hari ini, malah pikiran kita cenderung hidup di masa depan.
Alasannya adalah karena kesalahan kita dalam memandang arti kesuksesan atau impian.
“Success is Journey.” Pernahkah kamu mendengarkan kalimat indah ini?
Bila seorang “pemimpi” pola pikir seperti ini, niscaya ia akan menjadikan hari-hari yang ia miliki sebagai sebuah kesenangan. Bukankah ia memimpikan sesuatu yang akan ia senangi saat ia meraihnya? Bukankah seorang pemain bola sangat senang bermain bola, sehingga menjadikan kesuksesan di sepak bola sebagai mimpinya?
Begitu pun dengan pemain catur, penulis, guru, pengusaha, atau pun peneliti. Yang telah menjadikan profesinya sebagai jalur untuk meraih impiannya?
***
Ketiga hal di atas adalah cara yang bisa kita lakukan agar kita bisa fokus untuk hidup di hari ini, dan berbahagia di hari ini juga. :)
Semoga bermanfaat…. :)

Tiga kunci Hidup Bahagia

Tiga kunci Hidup Bahagia

 hidup.jpg
Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ”ya.” Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.
Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.
Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.
Budha Gautama pernah mengatakan, ”Keinginan- keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan. ” Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.
Coba katakan pada diri Anda sendiri, ”Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.” Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.
Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin.
Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.
Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaanny a. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.
Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!
Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah.
Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.
Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah.
Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.
Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.
Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap sebagai hal yang ”agak besar.” Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.
Oleh: Arvan Pradiansyah
Dosen UI & Pengamat Manajemen SDM
Setiap orang mendambakan ketenangan batin, dan untuk mencapai ketenangan batin
bukanlah sesuatu yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata
mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir �ingatlah, dengan dzikir
mengingat Allah hati akan tentram� (QS. ar-Ra�d:28). Dengan selalu mengingat
Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah,
hati akan kering dan gersang. Sejauhmana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam
ketentraman hati, maka akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita
gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja.
Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah hanya
ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa
itu Allah selama hidupnya. Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan
sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya dimata
manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah.
Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya
selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar dan ia
rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. �Milik
Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi.� (QS. al-Baqarah:284) Ketika
tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar makna ayat Al-Qur�an,
�Bertasbih menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan dibumi.�
(QS.ash-Shaff:1) Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir
disertai sabar dan syukur. Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat
menghindarkan kita dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan
hati. Dan hal ini memerlukan latihan-latihan.

Latihan pertama adalah latihan mengenal diri sendiri. Kalau seseorang ingin
baik, ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin ia ubah menjadi
baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan dan jawaban dari orang
yang kita tanyai tentang diri kita.

Latihan kedua adalah upaya memperbaiki diri. Setelah kita tahu kondisi kita,
maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang
kita miliki. Bila perlu, kita tulis daftar semua keburukan yang kita miliki dan
rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.

Upaya yang kita lakukan ini harus diiringi dengan cara meningkatkan kualitas
membaca al-Qur�an dan dzikir, sebab itulah yang akan membantu kita untuk
berubah menjadi baik dimata manusia dan yang paling penting baik di hadapan
Allah. Setelah itu carilah lingkungan yang kondusif yang dapat membantu kita
untuk selalu istiqamah dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah.

Mencapai KETENANGAN HATI

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW. telah berkata: “Barangsiapa yang melepaskan dari orang mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah akan melepaskan daripadanya satu kesusahan dari kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutup malu (aib) orang muslim, pasti Allah akan menutup malunya di dunia dan akherat. Dan Allah tetap bersedia menolong hamba-Nya selama hamba itu suka menolong saudaranya. Dan barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, pasti Allah memudahkan baginya jalan ke surge. Dan apabila berkumpul suatu kaum dari rumah-rumah Allah (masjid), dengan membaca kitab Allah dan mempelajarinya sesame mereka, maka turun atas mereka ketentraman, dan mereka diliputi dengan rahmat dan dikelilingi oleh malaikat. Dan Allah menyebut mereka dalam golongan yang ada pada-Nya (para malaikat yang menghadap pada-Nya), dan barangsiapa yang lambat amalannya, maka tidak akan dipercepatkan mengangkat derajatnya. (HR. Muslim)

Lebih lanjut tentang: Mencapai KETENANGAN HATI

= JODOH =

       Kegelisahan hati terkadang meliputi kehidupan seorang remaja yang kini beranjak dewasa atau seorang dewasa yang usianya beranjak tua. Hari-hari dijalani terasa hampa, meski kehidupan berkecukupan adanya. Soal harta dan karir sudah sempurna rasa...nya. Lahir dan bathin sungguh sudah siap untuk berkeluarga. Tapi apadaya sang Rama atau Dewi Shinta sering tak singgah lama untuk bercengkrama. Apalagi kalau diharapkan untuk bertahan membangun istana. Sungguh kecewa, kedatangan Rama ataupun Shinta hanya untuk sekilas saja, berhenti sejenak, lalu melesat ke udara dan hilang dari pandangan mata.
     Kerapkali kepergiannya membawa serta dewi asmara, sehingga sang remaja ditinggal sendiri dengan hati hampa dan gelisah. Begitu kira-kira gambaran pujangga terhadap jodoh yang tak kunjung datang untuk seorang anak manusia. Mungkin penyebabnya banyak, salah satunya tentu Allah SWT belum Ridho untuk mendatangkannya. Allah SWT sendiri sebagai Yang Maha Pencipta makhluknya secara berpasang-pasangan tentu punya alasan sendiri untuk itu dan alasan itu hanya Allah SWT yang tahu. 
     Kita hanya bisa mereka-reka. Mungkin saja Allah SWT menganggap kita belum sanggup untuk menanggung beban berkeluarga yang berat dan komplikatif, meski dari mata kita yang berkeluarga kelihatan indah dan surga dunia. Atau juga Allah Yang Maha penyayang beranggapan kalau kita diberi jodoh sekarang tentu mungkin tidak baik untuk kita. Bisa jadi jodoh atau perkawinan itu kita akan dapat mendatangkan marabahaya, bencana, kesengsaraan dan lain-lainnya kepada kita. Sekali lagi hanya Allah SWT yang tahu rahasia itu. Dan belum didatangkan jodoh saat ini adalah rasa sayang Allah SWT dan sekaligus proteksi Allah SWT kepada kita, karena Allah SWT tidak ingin mencelakai makhluknya. Nggak usah khawatir dan jangan bersedih hati. Allah SWT sudah mengatur semuanya. Al Quran Surat Asy Syuura Ayat 11 Allah SWT berfirman : (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. Al Quran Surah An Najm Ayat 45. ...dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. Setiap kita sudah ada pasangannya. Kalau belum datang ya sabar saja. Tapi perlu diingat, sabar bukan berarti pasif akan tetapi aktif. Sabar itu bukan pasrah, manusia di perintah untuk berusaha untuk menggapai yang diinginkan. Berusaha dengan sekuat tenaga dan semampunya tapi tetap dalam koridor Ridho Allah SWT ( jangan lantas kita berharap dapat jodoh lalu kita menjadi murahan dan bermaksiat.
       Takut nggak dapat jodoh lantas mengorbankan kehormatan diri dan agama yang kita anut, bukannya kebaikan yang akan kita dapatkan justru keburukan yang akan kita terima. Ingat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun akan mendapat balasan dari sisi Allah SWT.) Usaha yang kita lakukan harus kita ikuti dengan berbuat kebaikan. Menundukan diri kepada Allah SWT, berusaha beribadah dan mengapai cintanya Allah SWT. Hendaknya sebelum kita mendapatkan cinta dari pasangan kita, alangkah muliannya kita mendapatkan cinta dari Allah SWT terlebih dahulu. Kalau Allah SWT sudah cinta kepada kita tentu Ia akan mendatangkan kebaikan kepada kita. Kalau Allah SWT mencintai kita karena kita juga cinta padanya maka Allah SWT tak akan pernah mengecewakan. Akan tetapi sebaliknya ketika cinta makhluk yang kita dapatkan belum tentu bertahan selamanya. Kita tidak tahu hati manusia, terkadang cinta datang terkadang cinta pergi. Ini dunia dan sifatnya fana. Betapa banyaknya kita lihat seperti contoh artis-artis yang belakangan banyak kawin cerai. Ketika pacaran dan nikah bukan main mesranya. Melakukan pernikahan dengan biaya yang tidak sedikit dan penuh kemewahan. Tapi lambat laun prahara melanda dan nauzubillah ada yang sampai becerai. Akhirnya bukan main pula saling membencinya. Untuk itu selayaknya usaha yang kita lakukan untuk mencari jodoh, harus kita ikuti dengan menggapai keridhoan Allah SWt. Seperti ibadah wajib dan sunnah, berbuat baik sesama manusia, banyak bersedekah dan membantu sesama, Shalat Hajat, Tahajjut dan puasa sunnat. Dan tentunya yang paling penting diiringi doa karena hanya doa hamba yang shaleh yang mampu mengguncangkan Arsy nya Allah. Doa itu yang dapat merubah takdir kalau ada sebelumnya Allah SWT telah menetapkan keburukan pada kita. Tapi dengan doa yang ikhlas dan penuh harap Allah SWT akan merubah keburukan itu menjadi kebaikan. Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 186: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Setiap doa yang dilantunkan akan diijabah oleh Allah SWT, tapi syaratnya kita harus mematuhi seluruh perintah Allah SWT dan menjaga iman Islam kita pada Allah SWT supaya kita selalu berada dalam kebenaran yang di ridhoi Allah SWT. Yakinlah bahwa Jodoh kita sudah ditakdirkan Allah SWT. Ia tidak akan kemana-mana dan akan datang jika waktunya sudah tiba. Tugas Anda hanyalah berusaha dan berdoa agar jodoh Anda segera datang (seperti yang Anda inginkan). Jangan pernah berputus asa dan harus bersabar dalam mencari jodoh yang telah ditetapkan Allah SWT. Allah SWT mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak (di dunia kita tidak mendapatkan jodoh). Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2 : 216). Lalu upaya apa yang perlu dilakukan agar kita segera mendapatkan jodoh? Beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu : 1]. Memperbaiki diri. Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang sholih, maka kita harus menjadi orang yang sholihah juga. Itulah maksud Allah dalam firman-Nya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. 24 : 26). Memperbaiki diri disini pengertiannya ada dua, lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah kita perlu menjadi orang yang bersih, rapi dan menjaga bau badan. Tidak perlu berdandan yang berlebihan (tidak Islami), tapi perlu kelihatan sebagai orang yang menarik. Sebagian orang yang ingin menikah sangat berharap mendapatkan jodoh yang sholih, tapi ia sendiri orang yang salah (tidak sholih). Ini ibarat pungguk merindukan bulan. 2]. Tidak putus asa berdoa. Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surah Al Furqon ayat 74 : “Ya Rob kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam.    
        Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul. 3]. Ibadah sunnah diperbanyak. Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan do’a kita semakin dikabulkan Allah SWT. 4]. Memiliki kriteria yang tidak muluk. Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. 
           Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri. Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama/akhlaq yang baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal diri kita tidak sempurna. 5]. Memperluas pergaulan. Cara yang lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. 
           Bahkan dari kenalan dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak. 6]. Meminta tolong orang lain. Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya. 7]. Menyatakan hasrat secara langsung. 
       Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang kita taksir bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad saw. Khadijah ra yang lebih dahulu menyatakan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya. Menurut saya, cara ini perlu dimasyarakatkan di Indonesia, sehingga tidak ada lagi wanita yang malu-malu kucing, padahal hatinya sudah ingin sekali dilamar oleh lelaki yang diharapkannya. Mengenai bagaimana cara menghilangkan sakit hati Anda kepada mantan pacar Anda, maka yakinilah bahwa sakit hati Anda hanya akan merugikan kesehatan fisik dan mental Anda. Lupakan saja ia dengan merenungkan hikmah positif mengapa Anda berpisah dengannya. Mungkin saja perpisahaan Anda sekarang lebih baik daripada berpisah setelah menikah (cerai). Mungkin saja Allah ingin memberitahu Anda tentang kualitas dia sebelum Anda menikah (kualitasnya yang kurang bertanggung jawab karena memutuskan Anda tanpa alasan yang masuk akal, sehingga lebih baik sakit hati sekarang daripada sering disakiti nanti setelah menikah). 
         Selanjutnya ya kita tawakal. Berserah diri atas ketentuan Allah SWT yang akan diberikan kepada kita. Bukan berarti dengan tawakal ini kita berhenti berusaha dan berdoa, tawakal berarti kita menyerahkan seluruh usaha dan doa yang kita lakukan terus menerus itu diterima dan mendatangkan manfaat pada kita untuk mendatang jodoh yang diridhoi-Nya. Amiiin....

Apakah manusia itu

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS al-‘Ankabuut [29]: 2-3)

Semangat dan iman


بسم الله الرحمن الرحيم
Amalan Sedikit Tapi Kontinu Lebih Baik الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد
Kita sebagai orang Islam sudah semestinya selalu berkeinginan untuk memperbaiki diri, menambah kualitas diri, dan menjaga kestabilan iman kita. mengamalkan amalan sholeh yang benar-benar di contohkan oleh Syariah tanpa menambah dan menguranginya. dengan mencari ilmu dan mempraktekannya.

Semangat dan iman selalu naik turun. ketika kita sedang semangat dan iman kita sedang naik, maka kita sangat ingin melakukan amalan ibadah yang banyak. akan tetapi jika iman kita sedang turun, maka terasa malas untuk melakukan ibadah yang sangat banyak.

Para sahabat saja sempat mengeluh akan banyaknya ibadah dalam Islam. akan tetapi Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- selalu memberikan solusi terbaik bagi ummatnya. yaitu memilih amalan yang di sukai dan melaksanakannya secara kontinu. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

أَحَبُّ الأَْعْمَال إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَل

Artinya : "Amalan yang paling di cintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit." (HR Bukhori dan Muslim)

Beliau juga memerintahkan untuk melaksanakan amalan yang kita mampu untuk melaksanakannya dan tidak memberatkan diri kita. beliau bersabda :

واكْلَفُوا من الْعَمَلِ ما تُطيقون ، فإنَّ الله لا يَمَلُّ حتَّي تَملُّوا ، وإنَّ أحَبَّ الأعمال إلى الله ما دَامَ وإن قلَّ

Artinya : "Laksanakan amalan semampu kalian, sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian (sendiri) yang bisan. dan sesungguhnya amalan yang paling di cintai Allah adalah amalan yang kontinu (berkesinambungan) walaupun sedikit." (HR Abu Daud)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga menjelaskan kepada kita bahwa amal ibadah kita tidak akan bisa memasukkan kita ke dalam surga kecuali dengan rahmat-Nya. beliau bersabda :

سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا، فَإِنَّهُ لاَ يُدْخِلُ أَحَدًا الْجَنَّةَ عَمَلُهُ قَالُوا: وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللهُ بِرَحْمَةٍ وَاعْلَمُوا أَنَّ أَحَبَّ العَمَلِ إِلَى الله أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

Artinya : "Beramallah dengan benar dan sungguh-sungguh, ketahuilah bahwa sesungguhnya seorang dari kalian tidak akan masuk surga karena amalannya. mereka berkata : dan apakah engkau juga wahai Rosulullah? beliau menjawab : tidak juga aku, kecuali Allah memberikanku rahmat-Nya. dan ketahuilah bahwa amalan yang paling di cintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (berkesinambungan) walaupun itu sedikit." (HR Muslim)

Bagi kita selaku seorang muslim, untuk memperhatikan arahan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- di atas. dan kita beramal harus sesuai contoh dari beliau dan para sahabatnya. beramal sedikit akan tetapi bisa terus menerus (kontinu) itu lebih baik dari pada beramal banyak akan tetapi tidak bisa kontinu.

cinta-Mu yang tak terbatas

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

" ALLAH " sebagai landasan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

terlalu cinta

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.